Etika Saat Menggunakan Lampu Jarak Jauh

Setiap pengendara mobil, wajib memiliki SIM A sebelum boleh mengendarai kendaraannya ke jalanan. Namun sebenarnya, mengendarai mobil tidak sesederhana itu. Selain memiliki SIM A, kamu juga harus paham beberapa hal penting lainnya, misalnya pahami lambang pada panel instrumen mobil untuk keamanan dan kenyamanan saat berkendara, serta paham etika saat berkendara mobil di jalan umum. Lampu Jarak Jauh

Poin terakhir inilah yang saat ini dirasa sangat kurang sekali dimiliki oleh pengendara. Banyak dari mereka yang mengerti bagaimana mengendarai mobil, namun tidak memiliki etika saat berkendara yang pada akhirnya membuat pengguna jalan lain merasa kesal, atau bahkan bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Salah satu etika yang sering sekali diabaikan oleh pengendara mobil yaitu dalam penggunaan lampu dim dan lampu jarak jauh.

Lampu dim adalah lampu jarak jauh yang dinyalakan hanya sebentar saja. Terkadang seseorang menyalakannya hanya 2 kali kedipan, atau satu kali namun jalam jangka waktu 1 atau 2 detik. Digunakan untuk memberi peringatan kepada pengendara lain yang berada di depannya, baik searah ataupun berlawanan arah. Untuk mobil yang searah, lampu dim sering digunakan untuk memberi peringatan pada mobil di depannya, ketika terlihat ada masalah pada mobil tersebut. Misalnya ban yang kempes atau masalah lainnya.

Sementara, jika lampu ini dinyalakan untuk mobil yang berlawanan arah, biasanya bertujuan untuk meminta jalan. Misalnya ketika berada di jalanan yang hanya cukup untuk 2 mobil, dan ada mobil yang sedang parkir. Artinya, untuk dapat melalui jalan tersebut mobil harus berjalan bergantian. Saat inilah lampu dim dinyalakan, sebagai tanda bahwa kamu meminta jalan terlebih dahulu. Atau lampu ini juga bisa digunakan saat ada pengendara yang ingin memotong jalanmu untuk berbelok atau putar balik, kamu bisa memberi lampu dim sebagai tanda bahwa kamu tidak memberikan jalan pada pengendara tersebut untuk memotong jalanmu.

Jika lampu dim hanya dinyalakan sebentar, lampu jarak jauh ini bersifat permanent atau bisa kamu nyalakan dalam jangka waktu panjang tanpa takut akan terjadi korsleting. Lampu jarak jauh sering dimanfaatkan oleh pengendara saat berkendara di jalanan tanpa penerangan di malam hari, dan dengan kondisi jalanan yang cukup sepi. Sebab, lampu ini dapat menjangkau area yang cukup luas, sehingga jarak pandang pengendara menjadi lebih bebas.

Namun, posisi lampu ini cukup tinggi dan sinar lampunya sangat menyilaukan. Sebab itulah, sangat tidak disarankan bagi pengendara untuk menggunakan lampu ini dijalanan yang cukup ramai dengan kondisi penerangan yang cukup. Sebab, sinar dari lampu ini dapat mengganggu pandangan dari pengendara lain yang berlawanan arah. Bahkan, pada kondisi tertentu dapat menyebabkan kebutaan sesaat pada orang yang tersorot langsung cahaya lampu ini, dan tentunya hal ini sangat membahayakan. Hal ini semakin diperparah ketika warna lampu yang digunakan berwarna putih, yang tentunya akan jauh lebih terang dibandingkan lampu standar berwarna oren.

Nah, setelah mengetahui hal ini, jadi pastikan untuk lebih waspada dalam penggunaan kedua lampu ini yah. (Vita)