Etika Saat Berkendara Motor

Banyak sekali orang yang lebih senang bepergian dengan menggunakan motor dibandingkan dengan mobil. Alasannya, karena pergi dengan motor lebih hemat biaya dan waktu dibandingkan dengan pergi menggunakan mobil. Karena itulah, meskipun sudah memiliki mobil sekalipun, banyak juga orang yang tetap mengajukan cicilan sepeda motor bekas. Apalagi, Berkendara motorpersyaratan ini juga semakin dipermudah saja. Dampak dari kemudahan pengajuan kredit motor ini bisa terlihat dengan jelas, dengan meningkatnya pengguna motor yang beredar di jalanan.

Memang, motor bisa menjadi sebuah kendaraan yang efisien untuk digunakan bepergian. Namun, kendaraan ini juga memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan mobil. Sayangnya, banyak pengendara yang tidak menyadari hal ini dan cenderung lalai saat berkendara. Padahal, hal ini tidak hanya membahayakan diri sendiri saja, tetapi juga pengguna jalan lain. Sebab itulah, demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, ada baiknya jika pengendara motor memahami etika saat berkendara motor:

  • Taat aturan lalu lintas

Ada banyak aturan yang harus ditaati oleh semua pengguna jalan. Misalnya, untuk pengendara motor dan mobil, yaitu berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah, dan baru boleh jalan saat lampu berubah hijau. Kenyataannya, banyak sekali pengendara, khususnya roda dua (motor) yang justru mulai tancap gas saat lampu berwarna kuning. Padahal, terkadang dari arah yang berlawanan, kendaraan juga masih berjalan terus saat lampu belum benar-benar merah. Bahkan terkadang, ada masih tetap berjalan saat lampu sudah merah. Hal ini, tentunya akan sangat berbahaya. Selain aturan lampu lalu lintas, ada aturan lain yang sering diabaikan oleh pengendara motor. Misalnya, seperti menyalakan lampu sein sebelum berbelok, menyalakan lampu utama (baik siang atau malam hari), menggunakan helm dengan cara yang benar, dan beberapa peraturan lainnya.

  • Tidak mengambil jalur yang bukan haknya

Kondisi ini seringkali ditemukan diperlintasan kereta api ataupun jalanan macet yang terdiri dari dua arah. Pada saat ada kereta yang akan lewat, pintu perlintasan ini tentunya akan ditutup. Seharusnya, seluruh kendaraan berada di jalan yang menjadi haknya, dan antri. Namun kenyataannya, banyak pengendara motor yang justru terus maju ke depan dan mengambil jalan yang seharusnya menjadi hak pengendara dengan arah berlawanan. Akibatnya, pada saat pintu perlintasan dibuka, para pengendara ini akan berebut jalan secara tidak teratur. Hal yang sama terjadi pada saat jalanan sedang macet.

  • Paham dan mempraktikkan aturan saat berkendara

Selain aturan tertulis, ada beberapa aturan tidak tertulis namun wajib diketahui oleh pengendara saat berkendara di jalan. Misalnya, seperti melihat kanan dan kiri sebelum menyebrang jalan atau keluar dari gang, posisikan kendaraan di sebelah kiri saat mau berbelok ke kiri, dan di kanan saat mau berbelok di kanan. Tujuannya, agar tidak memotong jalan kendaraan yang berada di belakangnya, yang akhirnya membuat pengendara merasa kaget dan berisiko menyebabkan kecelakaan. Selain itu, masih ada banyak aturan lain yang harus diketahui oleh pengendara demi keselamatan saat berkendara.

Etika dalam berkendara motor ini penting, sebab dapat berdampak langsung terhadap keselamatan. Jadi, jangan pernah mengabaikannya. (Vita)