Pengetahuan Pintar

3 Spesies Ikan Hias Laut yang Paling Sering Dibudidayakan

Tahukah Anda mengapa ikan laut tidak dapat bertahan hidup dalam ekosistem air tawar? Jawabannya karena tubuh ikan laut memiliki konsentrasi larutan garam yang terlalu banyak untuk ditempatkan di air tawar. Sehingga, pembudidayaan ikan hias laut oleh fisheries startup berbagai negara di dunia harus dilakukan di akuarium dengan kadar garam yang sama dengan air laut. Lantas, apa sajakah jenis-jenis ikan laut yang paling sering dibudidayakan oleh petambak ikan secara global? Simak ulasannya di bawah ini!

  1. Ikan badut.

Ikan badut atau clownfish merupakan ikan hias laut kecil dengan warna oranye bercorak putih. Jika Anda pernah menonton film animasi Finding Nemo, maka seperti itulah wujud ikan badut. Menurut situs BeChewy.com, Martin Moe—si bapak akuakultur hias laut komersial—merupakan orang pertama yang berhasil membudidayakan ikan ini di tahun 1972.

Kesuksesan tersebut tak lepas dari ukuran serta sifat ikan badut. Dengan panjang rata-rata tak lebih dari 10 cm, ikan hias laut ini biasanya menempati wilayah yang sangat kecil serta bertindak-tanduk yang sopan, ramah, dan tidak agresif. Clownfish dapat sukses dikembangbiakkan dalam akuarium air asin dengan kapasitas sekitar 190 liter air (10 galon) bersuhu 22-25 derajat celcius dan ber-pH 8-8,4.

  1. Neon Gaby.

Sama seperti ikan badut, neon gaby tergolong sebagai ikan pembersih. Sebab, spesies mungil ini sehari-harinya memakan parasit yang ada dalam akuarium pembudidayaan. Alhasil, eksistensi mereka dalam akuarium budidaya akan sangat membantu kesehatan ikan budidaya lain yang ukurannya lebih besar.

Martin Moe masih merupakan sosok pertama yang berhasil membudidayakan ikan neon gaby di awal 1970-an. Keberhasilan itu pun didukung oleh ukuran serta sifat yang dimiliki ikan neon gaby. Dengan ukuran amat kecil, sekitar 5 cm saja, ikan ini dapat hidup berdampingan dengan hampir semua spesies ikan budidaya. Sifat agresif mereka justru hanya keluar kepada sesame ikan neon gaby. Jadi, keberhasilan budidayanya cukup tinggi. Ikan ini bisa dibudidayakan dalam air asin bersuhu 22-25 derajat dengan pH 8-8,4 dan kekerasan air dKH 8-12.

  1. Kardinal Banggai.

Spesies satu ini merupakan ikan hias laut asli dari Indonesia. Menurut para petambak dan ahli perikanan, ikan satu merupakan spesies kesayangan para pegiat ikan hias. Pasalnya, ikan hitam mungil ini memiliki rupa yang cukup unik; sirip panjang berjumlah 3 pasang mengelilingi tubuhnya serta corak kuning atau keemasan menambah kecantikannya ketika diletakkan dalam akuarium.

Karena berukuran kecil dan tidak pemilih pakan, kardinal Banggai menjadi sangat mudah dibudidayakan. Normalnya, ikan ini bisa hidup dan berkembang biak dalam sebuah akuarium budidaya dengan ukuran 30 galon (570 liter air). Ikan ini aman hidup dalam air asin dengan suhu 22-25 derajat celcius, pH 8-8,4 dan kekerasan air dKH 8-12.

Nah, itulah dia 3 spesies ikan hias laut yang paling banyak dibudidayakan oleh petani ikan. Semoga informasi di atas bermanfaat.