Pernahkah kamu mendengar bilirubin? Mungkin beberapa dari kamu sudah pernah mendengarnya dan mengetahui bahwa ini adalah limbah dari sistem metabolisme tubuh. Namun, bagaimana sih bilirubin bisa terbentuk? Selain itu, meskipun produk limbah atau hasil buangan, ternyata bilirubin juga memiliki manfaat, lho. Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini!
Apa Itu Bilirubin dan Manfaatnya?
Bilirubin adalah pigmen berwarna kuning-oranye yang terbentuk secara alami dalam tubuh melalui sebuah siklus yang sangat kompleks. Melansir dari Halosehat, berikut ini adalah gambaran siklus bagaimana terbentuknya bilirubin.
1. Pemecahan Sel Darah Merah
Sel darah merah akan melalui proses regenerasi secara berkala, yaitu saat usianya mencapai 120 hari. Pada proses ini, sel darah merah lama akan mati dan digantikan dengan sel darah merah baru. Selain itu, hemoglobin yang merupakan protein pembawa oksigen juga akan terbagi menjadi dua komponen utama, yaitu heme dan globin.
2. Pembentukan Bilirubin Tidak Langsung
Heme akan berubah menjadi bilirubin tidak langsung yang bersifat tidak larut dalam air, sehingga tidak bisa langsung diekskresikan. Bilirubin tidak langsung ini akan beredar dalam aliran darah menuju hati dengan terikat pada protein albumin.
3. Proses Bilirubin di Hati
Sesampainya di hati, bilirubin tidak langsung akan digabungkan dengan asam glukuronat, yaitu molekul asam gula, dan kemudian berubah bentuk menjadi bilirubin langsung atau bilirubin terkonjugasi.
4. Ekskresi Bilirubin
Bilirubin langsung bersifat larut dalam air dan kemudian dialirkan ke usus kecil sebagai bagian dari cairan empedu. Di dalam usus, sebagian besar bilirubin akan diubah oleh bakteri dan keluar menjadi feses, sementara sisanya akan diserap kembali dalam darah dan keluar bersama urine.
Manfaat Bilirubin
Bilirubin adalah produk limbah. Meskipun begitu, ternyata bisa menjadi indikator kondisi kesehatan organ dalam tubuhmu, seperti ginjal dan hati. Misalnya, ketika terjadi perubahan pada warna kulit dan mata yang menjadi kuning akibat peningkatan kadar bilirubin, bisa menjadi pertanda adanya masalah pada organ hati.
Tingginya kadar bilirubin yang tidak terkontrol bisa memicu munculnya berbagai penyakit lainnya, salah satunya adalah batu empedu. Namun, untuk mengetahuinya dengan pasti, kamu mungkin perlu melakukan laparoskopi batu empedu serta tes bilirubin terlebih dahulu. Selanjutnya, dokter akan melakukan tindakan pengobatan sesuai dengan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.





