Tips Membeli Kendaraan Second Via Internet

Memanfaatkan jaringan internet milik provider internet untuk berbelanja sudah menjadi hal yang umum. Misalnya seperti membeli baju, kosmetik, mainan, buku, atau keperluan lainnya. Sistem belanja ini mulai banyak dipilih karena dirasa sangat praktis dan hemat dibandingkan dengan membeli langsung di toko.Tips Membeli Kendaraan Second Via Internet 1

Selain membeli berbagai barang yang telah di sebutkan di atas, saat ini masyarakat juga mulai secara aktif memanfaatkan teknologi internet saat ingin membeli sesuatu yang bernilai cukup tinggi, misalnya saja seperti membeli kendaraan. Hanya saja, untuk sistem pembelian kendaraan ini akan berbeda jauh dengan sistem belanja barang-barang yang sebelumnya telah disebutkan. Jika bada barang lainnya kita bisa memilih langsung barang yang diinginkan, dan kemudian membayar agar penjual mengirimkan barangnya, pada pembelian kendaraan ini tidak bisa seperti itu.

Pada umumnya, penjual akan memasang foto kendaraan serta berbagai informasi mengenai kendaraan (jenis, warna, modifikasi, kelebihan, kekurangan dan harga) di dalam situs jual beli online. Pada saat ada konsumen yang melihat iklan tersebut dan merasa tertarik, maka konsumen tersebut dapat langsung menghubungi pihak penjual, melalui nomer telpon yang tercantum pada iklan tersebut. Setelah itu, jika konsumen merasa tertarik dengan kondisi mobil yang digambarkan, maka konsumen dapat melakukan transaksi dengan cara bertemu langsung dengan penjual sekaligus melihat kondisi mobil yang ditawarkan.

Namun, sama seperti penjualan sistem online lainnya, tidak semua penjual ini jujur. Tidak semua penjual memberikan informasi yang benar-benar jujur, misalnya hanya memberikan informasi mengenai kelebihan kendaraannya saja tanpa menyebutkan kekurangannya. Berbagai kekurangan ini, biasanya akan terlihat pada saat konsumen datang langsung dan melihat kondisi asli mobilnya.

Selain itu, banyak juga yang mencantumkan harga tidak sesuai dengan yang sebenarnya ditawarkan. Biasanya, harganya yang tercantum akan lebih murah sekitar 5 atau 10 juta, atau bergantung dari penjualnya. Saat konsumen datang melihat kondisi mobil dan mulai ingin bernegosiasi harga, penjual barulah menyebutkan harga yang sebenarnya. Ketika konsumen melakukan protes, penjual akan dengan mudahnya mengatakan bahwa terjadi kesalahan saat penginputan data.

Namun, diantara semua kecurangan tersebut, kecurangan yang terakhir ini merupakan hal yang paling parang dan merugikan, karena menjual barang fiktif. Penjual yang melakukan ini biasanya akan mencantumkan harga jauh dibawah harga normal, bahkan bisa mencapai setengah harga normal. Saat konsumen menghubungi, maka penjual akan berusaha meyakinkan konsumen bahwa barang yang dijualnya bagus, dan dijual murah karena membutuhkan uang. Setelah itu, penjual akan meyakinkan konsumen untuk mentransfer uang tanda jadi agar mobilnya tidak dijual ke pihak lain, meskipun konsumen belum melihat langsung mobil yang akan dibelinya. (Vita)