Hindari Ini Saat Mengganti Oli Sendiri

Ganti oli mesin di bengkel sering dipilih oleh pemilik kendaraan karena sudah pasti aman. Bagaimana tidak, orang yang mengerjakan sudah pasti Hindari Ini Saat Mengganti Oli Sendiriprofesional jadi nggak perlu takut melakukan kesalahan. Namun, banyak juga pemilik kendaraan yang memilih menggantinya sendiri. Biasanya ini dilakukan oleh pemilik kendaraan yang masih berusia cukup mudah jadi masih mengeksplore segala hal tentang kendaraan kesayangannya. Termasuk juga untuk masalah perawatannya.

Apalagi, dengan banyaknya artikel cara mengganti oli sepeda motor yang baik dan benar dapat membantu kita untuk mengganti oli mesin sendiri, hal ini menjadi semakin mudah untuk dilakukan. Sayangnya, ternyata ada beberapa hal yang seringkali dilakukan dengan maksud baik, namun sebenarnya justru berdampak buruk. Ada juga hal yang tidak dilakukan padahal sebenarnya penting. Misalnya, seperti beberapa hal berikut ini:

  • Baru saja menggunakan motor untuk bepergian, lalu langsung memutuskan untuk mengganti oli. Artinya, proses penggantian ini dilakukan saat mesin masih dalam kondisi panas. Hal ini sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena beberapa alasan. Pertama, mesin yang panas dapat berbahaya dan berisiko melukai, kedua bisa menyebabkan baut oli menjadi slek pada saat di buka, dan alasan terakhir, pada saat mesin masih panas berarti masih banyak oli yang bersirkulasi dalam mesin. Hal ini dapat membuat oli lama yang tertinggal dalam mesin masih cukup banyak. Jadi, proses penggantian oli mesin ini tidak terjadi sempurna.
  • Tidak berhati-hati dengan beberapa komponen kecil saat proses penggantian, dapat menyebabkan masalah pada kendaraan. Misalnya, membuka dan memasang baut tanpa berhati-hati. Akibatnya, terjadi slek yang pada akhirnya dapat berisiko menjadi penyebab terjadinya kebocoran oli.
  • Banyak orang yang menggunakan semprotan angin untuk membantu agar oli dapat menetes keluar dengan cepat. Padahal, hal ini juga tidak dianjurkan. Sebab, dapat membuat oli menyiprat ke segala sisi mesin dan justru tidak baik bagi mesin.
  • Menggunakan kembali ring yang lama, memang dapat menghemat biaya. Apalagi jika kondisinya terlihat masih bagus. Namun, sebenarnya lebih disarankan untuk melakukan penggantian ring demi mencegah terjadinya kebocoran.
  • Tidak melakukan penakaran oli dengan benar saat melakukan pengisian kembali. Setiap kendaraan memiliki takaran yang berbeda, dan ini dapat dilihat di buku panduan. Hanya mengira-ngira jumlah oli yang dibutuhkan tanpa melihat buku panduan, dapat menyebabkan penurunan tenaga yang dihasilkan.

Mengganti oli memang terlihat mudah, namun jika kesalahan kecil ini terjadi pada saat prosesnya maka dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan hanya tahu cara menggantinya saja, tetapi juga mengetahui beberapa hal yang sebaiknya dihindari saat melakukan penggantian oli. (Vita)