Pengetahuan Pintar

Apa Saja Tes untuk Memeriksakan Kanker Prostat?

Menurut data GLOBOCAN 2022, Indonesia memiliki 13.130 kasus kanker prostat baru dan 4.860 kematian. Angka tersebut menempatkan kanker prostat sebagai kanker terbanyak ketiga pada pria di Indonesia, dengan prevalensi sekitar 14,8 per 100.000 pria. Hasil ini juga menunjukkan bahwa adanya prevalensi yang terus meningkat dari tahun ketahun. Untuk itu, pria—terutama yang berusia di atas 50 tahun dan merasa punya gejala kanker prostat—sebaiknya melakukan pemeriksaan dini. Apa saja tes untuk memeriksakan kanker prostat pada pria? Berikut ulasannya.

Anamnesis

Tes memeriksakan kanker prostat yang pertama adalah anamnesis. Ini merupakan proses tanya jawab medis yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi terkait perkembangan, kondisi, dan keparahan kanker pada organ reproduksi pasien pria. 

Pada tahapan tes ini, pasien akan diminta untuk menginformasikan keluhan yang dialami, termasuk lama waktu pasien mengalami keluhan tersebut. Selain itu, pasien juga akan diminta untuk menjelaskan gaya hidup sehari-harinya untuk menilai faktor risiko mengidap kanker prostat.

Pemeriksaan fisik

Setelah melewati anamnesis, pasien dengan keluhan gejala kanker prostat akan melewati tahap pemeriksaan fisik, yaitu colok dubur. Tes ini bertujuan untuk memastikan kelainan pada kelenjar prostat, baik bentuk maupun ukurannya. 

Di luar itu, pemeriksaan dubur, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik lainnya, seperti pemeriksaan status gizi hingga pemeriksaan kondisi kesehatan organ reproduksi lainnya.

Pemeriksaan penunjang

Tes yang terakhir, atau pemeriksaan penunjang, umumnya hanya dilakukan untuk meyakinkan diagnosis kanker prostat atau juga untuk memantau perkembangan sel kanker pada kelenjar ini. Beberapa contoh pemeriksaan penunjang untuk orang dengan kanker prostat adalah USG, pemeriksaan kadar PSA (prostate-specific antigen) melalui tes darah, MRI, dan biopsi prostat (pemeriksaan sampel jaringan dari prostat).

Nah, itulah dia rangkaian tes kanker prostat untuk memastikan apakah pasien pria dengan gejala kanker prostat memang benar mengalami penyakit tersebut atau tidak. Apabila pasien terdiagnosis mengalami kanker prostat, tidak perlu khawatir. 

Sebab, kanker prostat dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat, mulai dari operasi, radioterapi atau terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, hingga krioterapi. Yang pasti, setiap keluhan dan diagnosis kanker prostat akan diobati sesuai kondisi kesehatan dan tingkat keparahan kanker prostatnya.